Selasa, 16 Juli 2019

Yuk Cobain 5 Es Khas Indonesia Ini

0 comments
Yuk Cobain 5 Es Khas Indonesia Ini

Jika berlibur ke lima daerah di Indonesia ini, jangan lupa untuk mampir sejenak ke warung es dan mencicipi lezatnya es asli Indonesia berikut ini:

1. Es tawuran, Cirebon

Es tawuran adalah minuman es khas Cirebon, Jawa Barat yang terdiri dari Irisan alpukat, timun suri, melon dicampur dengan kuah manis perpaduan santan, susu kental manis, dan es batu membuat minuman ini sangat menyegarkan.

Minuman ini juga dilengkapi irisan jelly dan nata de coco, kemudian disajikan di dalam batok kelapa. Sayangnya banyak penjual es tawuran yang kini beralih dari batok kelapa menjadi gelas kaca atau plastik.

Salah satu warung yang menyediakan menu ini adalah Warung Es Taeuran yang terletak di Jalan Ir H. Juanda No.24, Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Cirebon, Jawa Barat. Harga Es Tawuran di warung es ini sangat terjangkau, yaitu Rp 10.000 per gelasnya.

Isian toge panyabungan terdiri dari cendol, bubur candil, tape ketan, bubur ketan item, dan lupis.Kompas.com/Silvita Agmasari Isian toge panyabungan terdiri dari cendol, bubur candil, tape ketan, bubur ketan item, dan lupis.

2. Toge Panyabungan, Mandailing Natal

Toge panyabungan, makanan manis khas dari daerah Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Hindangan ini menggunakan aneka kudapan yang tak asing bagi orang Indonesia.

Contohnya bubur ketan hitam, cendol, tape ketan, bubur candil, dan lupis. Hal yang unik semua kudapan tersebut dicampur dalam satu mangkuk kemudian disiram air santan dan gula aren asli. Alhasil jadilan toge panyabungan kudapan manis berkuah.

Di daerah asalnya toge panyabungan disantap dalam kondisi hangat, sedangkan di Medan orang-orang lebih suka menyantap dengan kondisi dingin ditambah es.

Jika ingin mencoba toge panyabungan saat di Medan dapat mampir ke Warung Khodijah yang terletak di Jalan Gereja, Karya Sei Agul. Warungnya buka dari pukul 11.00- 17.00 WIB. Harga semangkuknya dijual Rp 10.000 - Rp 15.000 tergantung isi yang diinginkan.

3. Dawet ketan durian, Boyolali

Es dawet durian khas Boyolali terdiri dari cendol (dawet) putih, kuah santan, ketan putih, potongan roti dan pemanis dari gula jawa. Campuran dawet itu kemudian ditambahkan buah durian yang bisa pula diberi pemanis tambahan dari kental manis.

Hidangan ini terbilang berbeda dengan dawet atau cendol pada umunya yang berwarna hijau dan tidak menggunakan tambahan ketan.

Penjual es dawet durian salah satunya bisa ditemukan di belakang ikon Boyolali, yakni Patung Arjuna Wiwaha. Cukup dengan mengitari jalan yang melingkari patung, maka nantinya akan ada tulisan penjual es dawet durian. Hanya seharga Rp 10.000 satu porsi.

4. Gempol pleret, Solo

Minuman ini kian langka di Solo, Jawa Tengah. Minuman es ini terdiri dari adonan gempol dan pleret yang terbuat dari tepung beras. Gempol dan pleret kemudian disiram dengan santan. Sebagai pemanis, biasanya santan diberi air gula jawa.

Penjual es gempol pleret dapat ditemui Pasar Gede. Satu porsi dijual dengan harga Rp 7.000

5. Selendang Mayang, Jakarta

Selendang mayang terbuat dari campuran tepung aren dan hunkwe. Tepung aren terbuat dari pohon aren sedangkan hunkwe merupakan pati kacang hijau. Tepung ini kemudian dicampur dengan air menajdi adonan dan direbus selama satu jam.

Diberi pewarna makanan warna hijau dan merah, dan didiamkan dalam suhu ruang agar menjadi padat. Selendang mayang disantap dengan gula aren, es batu, dan santan. Saat ini gula aren semakin sulit ditemui di Jakarta sehingga diganti gula putih biasa.

Penjual es selendang mayang terbilang langka di Jakarta. Jika beruntung dapat menemui di daerah Kota Tua, Jakarta Utara atau Setu Babakan, Jakarta Selatan. Satu porsi dijual sekitar Rp 10.000an.
Penulis Silvita Agmasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar